Dunia Email ku

Just another WordPress.com weblog

Doa yang tidak diperkenankan

RASULULLAH pernah bersabda yang maksudnya:

“Tiada seorang pun yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperolehi salah satu daripada tiga keadaan, iaitu dipercepatkan penerimaan doanya di dunia, disimpan (ditunda) untuknya sampai di akhirat atau diganti dengan mencegahnya daripada musibah (bencana) yang serupa.” (at-Tabrani).

Dari sebuah hadith: Dari Abu Hurairah r.a katanya,: Rasulullah SAW bersabda:

“Hai manusia! Sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak menerima sesuatu melainkan yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan- Nya kepada para Rasul.
Firman-Nya:

“Wahai para rasul, Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal soleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Mukminun: 51)

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu…”(al-Baqarah: 172).
Kemudian Nabi SAW menceritakan tentang seorang lelaki yang telah lama berjalan kerana jauhnya perjalanan yang ditempuhnya sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu.

Orang itu menadah tangannya ke langit dan berdoa: “Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku!”.

Padahal makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan dia diasuh dengan makanan yang haram. Maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya.” (Muslim)

 

Huraian

1. Berdoa itu tidak boleh dilakukan secara semberono (tidak berhati-hati) dan sembarangan, tetapi perlu kepada adab-adab dan syarat-syarat tertentu. Orang yang berdoa sambil lewa dan menganggap bahawa berdoa itu adalah suatu yang remeh adalah orang yang doanya jarang dikabulkan sehingga kemudian timbul prasangka buruk kepada Allah SWT.
2. Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Maka apabila seseorang itu selalu taat kepada Allah dalam segala perkara dan sentiasa berada dalam kebenaran, insyaAllah segala apa yang dipohon akan dikabulkan Allah.
3. Kita hendaklah berdoa dengan penuh keyakinan, harapan dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, penuh khusyuk dan tahu akan hakikat yang diminta. Ini berdasarkan firman Allah yang bermaksud: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut ..” (al-A’raf : 55)

October 9, 2009 - Posted by | Amalan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: