Dunia Email ku

Just another WordPress.com weblog

JATUH CINTA SEBAGAI KEJADIAN SPIRITUAL

Setiap orang pernah jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada orang dengan lawan jantina. Tidak ada satupun kata-kata yang dapat mewakili perasaan jatuh cinta. Sebutlah kata senang, gembira, bahagia, bergetar, berdebar, takut kehilangan, cemburu, ingin selalu bersama, semua kelihatan bersinar dan menyenangkan, tetap saja tidak bisa mewakili seluruh nuansa jatuh cinta.

Biasanya yang lama diingat orang melalui kejadian kejadian jatuh cinta adalah perasaan perasaan yang ada di dalamnya. Memegang tangan pasangan saja membuat jantung berdebar. Melihat matanya yang dibalut senyum bisa membuatkan diri terkenang kenang selamanya. Kata kata pertama yang menunjukkan pasangan kita tertarik dan jatuh cinta pada kita, bisa menjadi satu rangkaian kalimah yang terngiang ngiang di telinga setiap hari. Memperhatikan rambut, tingkah laku, cara berpakaian, cara berbicara pasangan kita, semuanya tampak indah dan sempurna. Dan pada akhirnya membuat kita seperti memiliki dunia ini seorang diri.

Inilah rangkaian hal yang membuat cinta diindentitikan dengan perasaan (feeling). Banyak sudah lagu, filem, sitcom, novel, syair, puisi yang lahir dari sumber cinta sebagai perasaan. Kalau kemudian banyak yang memberikan kesan cinta itu sedih, lemah, tangisan dan yang seangkatan dengannya, itu hanyalah sepenggal pemahaman tentang cinta sebagai perasaan.

Ada dimensi kedua dari cinta yang layak dicermati setelah cinta sebagai perasaan, yakni cinta itu sebagai sebuah kekuatan (power). Cuba perhatikan pengalaman jatuh cinta kita masing masing. Ada semacam kekuatan maha dahsyat yang ada di dalam diri, yang membuat badan dan jiwa ini begitu gagah perkasa. Sepertinya, dengan kekuatan itu kita mampu memindahkan gunung. Hampir tidak ada tugasan dari pasangan yang kita cintai yang tidak bisa diselesaikan. Mulut ini seperti dengan cepatnya berteriak : Apa saja untukmu !!

Bermula dari pemahaman seperti inilah maka Deepak Chopra dalam buku The Path To Love, menyebut bahawa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Ia tidak semata mata bertemunya dua hati yang secocok kemudian menghasilkan jantung yang berdebar debar. Ia adalah tanda tanda hadirnya sebuah kekuatan yang dahsyat. Persoalannya kemudian, untuk apa kekuatan dahsyat tadi dilakukan.

Bijak pandai agama menggunakan kekuatan terakhir sebagai saranan untuk bertemu Tuhan. Usahawan yang berhasil menggunakan tenaga maha besar ini untuk menekuni seluruh pekerjaannya. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya. Pekerja yang menyedari kekuatan ini menggunakannya untuk bekerja mencari harta di jalan jalan cinta. Banyak orang yang dijemput keajaiban kerana kemampuan untuk membangkitkan tenaga maha dasyat ini.

Anda bisa bayangkan, tentera Inggeris yang demikian perkasa harus pergi dariIndia kerana kekuatan cinta Mahatma Gandhi berserta pejuang lainnya. Negara ini dideklarasikan secara amat gagah berani melalui cinta duet Tunku Abdul Rahman-Tun Hussien Onn. Demokrasi Amerika berhutang banyak pada cintaGeorge Washington. Raksasa elektronik Matsushita Electric dibangun diatas tiang tiang cinta Konosuke Matsushita. Microsoft sampai sekarang masih dipangku oleh kecintaan manusia luar biasa yang bernama Bill Gates.

Sulit membayangkan bagaimana seorang Leftenan Adnan bisa memimpin pasukan melawan komunis dengan badan yang penuh luka luka, kalau tanpa modal cinta yang mengkagumkan. Wanita perkasa yang bernama Kartini mengambil risiko yang demikian tinggi untuk mengangkat darjat kaumnya, apalagi yang ada dibaliknya kalau bukan kekuatan kekuatan cinta.

Boleh saja anda menyebut rangkaian bukti ini sebagai serangkaian kebetulan, tetapi saya lebih setuju dengan Deepak Chopra yang menyebut bahawa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Dari sinilah sang kehidupan kemudian menarik kita tinggi tinggi ke rangkaian realiti yang oleh fikiran biasa disebut luar biasa. Di bahagian lain bukunya, Chopra menulis : ‘merging with another person is an illusion, merging with the self is the supreme reality’. Begabung dengan orang lain hanyalah sebuah ilusi, tapi bergabung dengan sang diri yang sejati, itulah sebuah realiti yang maha utama.

Jatuh cinta sebagai kejadian spiritual, yang dituju adalah bergabungnya diri kita dengan diri yang sejati. Ada yang menyebut diri sejati terakhir dengan sebutan Tuhan, ada yang memberinya dengan sebutan kebenaran, ada yang menyebutnya dengan inner life dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Apapun nama dan sebutannya, ketika anda menemukannya, kata manapun tidak bisa mewakilinya. Yang ada hanya : ahhhhh !!!

Serupa dengan pengalaman jatuh cinta ketika kita masih muda, dimana semua unsur badan dan jiwa ini demikian kuat dan perkasanya, demikian juga dengan jatuh cinta sebagai kejadian spiritual. Ia mendamaikan, menggembirakan, mencerahkan, mengkagumkan dan menakjubkan.

Dan yang paling penting, semuanya kelihatan serba sempurna. Air sungai, daun di pohon, desir angin, suara ombak, wajah pergunungan, demikian juga dengan pekerjaan, keluarga, atasan dan bawahan. Seorang sahabat yang kerap jatuh cinta seperti ini, pernah mengungkapkannya, dalam keadaan jatuh cinta, setiap lembar daun di pohon apapun terlihat seperti sehalaman buku suci yang penuh inspirasi. Setiap hembusan angin adalah pelukan pelukan tangan kekasih yang amat menyentuh. Setiap suara air adalah nyanyian nyanyian rindu yang menyentuh kalbu. Anda tertarik?

November 20, 2011 - Posted by | motivasi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: